Tampilkan postingan dengan label Raspi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Raspi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 03 November 2018
Cara Membuat Wifi Hotspot Raspberry 3
Wifi Hotspot Raspberry 3 - Ada banyak hal yang bisa kita lakukan pada Raspi, sebutan bagi single-board circuit bernama Raspberry. Mulai dari membuat hal sederhana hingga membuat alat-alat yang canggih. Di luaran sana, banyak orang mengembangkan proyeknya memakai Raspi.
Menurut saya Raspi adalah barang mewah, ia menawarkan fasilitas bagus namun tidak langsung memberikan kemudahan bagi penggunanya. Ibaratnya seperti berkata begini "Ini ada barang bagus, kamu apakan saja bisa, tapi kamu harus mencari sendiri caranya, kamu ingin apa, carilah caranya".
Tidak seperti komputer lainnya yang menawarkan satu paket lengkap kemudahan bagi pembeli. Ketika membeli paket tersebut, berarti user tinggal memakainya dan tidak perlu edit sana edit sini.
Oleh karenanya saya puas membeli Raspi. Ia mengingatkan masa-masa penasaran, yang dari rasa penasaran tersebut, muncul sebuah gagasan atau solusi untuk memecahkan pertanyaan yang sudah kita buat. Jadi, memiliki raspi, kembali pada masa penasaran.
Baca artikel saya lainnya:
Unboxing & Review Raspberry Pi 3 Model B
Raspi bisa di instal berbagai macam OS. Saya sudah mencoba Raspibian dan Ubuntu Mate Raspi. Semuanya enak dan memiliki kelebihan. Jika ingin kemudahan pakailah Ubuntu Mate, jika ingin kesederhanaan, pakailah Raspibian.
Wifi Hotspot Raspi
Kalau kita memakai Ubuntu Mate, kita bisa langsung membuat wifi hotspot dengan mudah. Oh ya, hotspot ini berfungsi untuk membagi jaringan kepada perangkat lain, sehingga orang lain bisa mengakses internet atau file yang ada di Raspi kita. Dengan cara ini kita tidak membutuhkan lagi tambahan alat seperti acces point. Raspi sudah dilengkapi penerima wifi, dan bisa digunakan untuk menyebarkan wifi juga.
Namun jika kita memakai Raspibian (OS khusus untuk Raspi), itu tidak bisa kita lakukan secara langsung tanpa mengatur konfigurasinya. Seperti yang saya katakan di atas, Raspibian adalah OS yang sangat sederhana.
Oke sekarang kita akan membuat Wifi Hotspot di Raspibian, ikuti step-stepnya ya Gaes.
STEP 1: Buka terminal
STEP 2: Ketik perintah di bawah ini satu persatu (silakan di copy)
STEP 3: Menampilkan Icon di Panel
Selanjutnya kita akan menempatkan icon pengaturan jaringan di panel atas, supaya lebih mudah kita konfigurasi nantinya. Pengaturan ini akan menghapus icon default pengaturan wifi pada Raspi dan menggantikannya dengan yang baru saja kita pasang.
STEP 4: Buka Panel Preference
Caranya adalah, klik kanan pada panel atas (sidebar) dan pilih Panel Setting
STEP 5: Pilih Panel Applets
Di Panel Applets kita akan menghapus icon tertentu, cari teks Wireless & Wired network, pilih lalu klik remove, lakukan juga pada Spacer.
STEP 6: Reboot
Ini dilakukan untuk menampilkan konfigurasi yang telah kita buat tadi. Setelah reboot, akan muncul icon di panel, menggantikan icon Wireless default Raspibian. Nah, icon tersebutlah yang akan kita pakai untuk membuat hotspot.
STEP 7: Konfigurasi Hotspot
Cara ini terlalu mudah untuk saya tuliskan, karena hampir sama dengan cara membuat hotspot di Ubuntu Mate.
Untuk melanjutkan proses membuat Wifi Hotspot di Raspibian, silakan ikuti pengaturan sesuai video tutorial di bawah. Semua yang telah saya jelaskan di atas, sudah ada di dalam video.
Ternyata membuat Wifi Hotspot di Raspi 3 sangatlah mudah bahkan tanpa tambahan peralatan lain. Namun sebenarnya, mencari tutorial seperti ini tidak mudah, saya butuh waktu 2 hari untuk menenemukan tutorial yang bisa diterapkan dengan mudah. Dan hasilnya memang memuaskan. Kalau hidup ini bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah. Benar nggak Gaes?
Thanks to Amine Tech
sudo apt update
sudo apt updatsudo apt install network-manager network-manager-gnome openvpn \openvpn-systemd-resolved network-manager-openvpn \network-manager-openvpn-gnomee
sudo apt purge openresolv dhcpcd5
sudo ln -sf /lib/systemd/resolv.conf /etc/resolv.conf
STEP 3: Menampilkan Icon di Panel
Selanjutnya kita akan menempatkan icon pengaturan jaringan di panel atas, supaya lebih mudah kita konfigurasi nantinya. Pengaturan ini akan menghapus icon default pengaturan wifi pada Raspi dan menggantikannya dengan yang baru saja kita pasang.
STEP 4: Buka Panel Preference
Caranya adalah, klik kanan pada panel atas (sidebar) dan pilih Panel Setting
STEP 5: Pilih Panel Applets
Di Panel Applets kita akan menghapus icon tertentu, cari teks Wireless & Wired network, pilih lalu klik remove, lakukan juga pada Spacer.
STEP 6: Reboot
Ini dilakukan untuk menampilkan konfigurasi yang telah kita buat tadi. Setelah reboot, akan muncul icon di panel, menggantikan icon Wireless default Raspibian. Nah, icon tersebutlah yang akan kita pakai untuk membuat hotspot.
STEP 7: Konfigurasi Hotspot
Cara ini terlalu mudah untuk saya tuliskan, karena hampir sama dengan cara membuat hotspot di Ubuntu Mate.
Untuk melanjutkan proses membuat Wifi Hotspot di Raspibian, silakan ikuti pengaturan sesuai video tutorial di bawah. Semua yang telah saya jelaskan di atas, sudah ada di dalam video.
Ternyata membuat Wifi Hotspot di Raspi 3 sangatlah mudah bahkan tanpa tambahan peralatan lain. Namun sebenarnya, mencari tutorial seperti ini tidak mudah, saya butuh waktu 2 hari untuk menenemukan tutorial yang bisa diterapkan dengan mudah. Dan hasilnya memang memuaskan. Kalau hidup ini bisa dipersulit, kenapa harus dipermudah. Benar nggak Gaes?
Thanks to Amine Tech
Kamis, 01 November 2018
Cara Mengoperasikan Raspberry Pi 3 Melalui Monitor Laptop
Dalam percobaan kali ini, saya akan mencoba untuk mengoperasikan Raspberry Pi 3 Model B dari Laptop. Sebenarnya ini hanya untuk meminjam monitor laptop sebagai monitor Raspi sehingga saya bisa mengoperasikan si Raspi dari laptop. Uji coba berhasil 100%.
Namun sebelumnya, saya tuliskan terlebih dahulu detail Raspi yang saya gunakan, serta OS yang terinstal di dalamnya. Ini supaya kita lebih mudah menerapkan pengalaman yang sama. Karena di beberapa tutorial yang saya baca, penulisnya tidak menyertakan spesifikasi Raspi yang digunakan, sehingga sangat sulit membuat pengalaman yang sama.
Spesifikasi Raspi yang saya pakai:
CATATAN PENTING:
Sebelumnya, kamu harus mengaktifkan terlebih dahulu SSH yang ada di Raspi supaya dapat di akses dari komputer lain. Cara mengaktifkannya: Buka terminal - Ketik sudo su - ketik raspi-config - pilih Interfacing Options - Pilih SSH - Pilih YES - Pilih OK.
Tanpa terlebih dahulu mengaktifkan SSH secara manual, kita tidak akan bisa mengakses Raspi sebagaimana tutorial yang saya buat ini.
STEP-1: Buat IP Statis
Buatlah IP statis di Raspi. IP Raspi ini akan kita samakan dengan IP yang ada di laptop. Misalnya, saya mengatur IP Statis di raspi 192.11.22.1, sedangkan di laptop saya mengaturnya 192.11.22.2.
Dengan cara ini kita tidak perlu melakukan scan ip sebagaimana yang diperintahkan pada tutorial-tutorial yang berbeda.
STEP-2: Tancapkan Kabel LAN
Dalam percobaan kali ini kita menyambungkan koneksi laptop dan raspi menggunakan kabel LAN. Sebenarnya memakai wifi juga bisa. Akan saya bahas di artikel terpisah.
STEP-3: Buka MoboXtream
Buka aplikasi tersebut dan ikuti step ini:
Step-3.1: Klik menu Session, pilih New Session
Step-3.2: Klik SSH dan ikuti pengaturan seperti gambar di bawah ini:
STEP-4: Tampilan Raspi
Setelah ini MobaXtream akan membuka layar baru yang nantinya akan menampilkan Raspi, namun sebelumnya, kita harus memasukkan terlebih dahulu username dan pasword yang sebelumnya sudah kita buat di Raspi, sesaat setelah instalasi selesai.
Jika konfigurasi yang telah kamu buat benar, maka layar laptop kamu sekarang menampilkan layar Raspi.
Jangan putus semangat jika belum bisa, kamu bisa meminta batuan kepada saya secara langsung. Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar, nanti akan saya balas, jika saya tahu. Terimakasih.
Namun sebelumnya, saya tuliskan terlebih dahulu detail Raspi yang saya gunakan, serta OS yang terinstal di dalamnya. Ini supaya kita lebih mudah menerapkan pengalaman yang sama. Karena di beberapa tutorial yang saya baca, penulisnya tidak menyertakan spesifikasi Raspi yang digunakan, sehingga sangat sulit membuat pengalaman yang sama.
Spesifikasi Raspi yang saya pakai:
- Raspberry Pi 3 Model B
- OS menggunakan Ubuntu Mate
Untuk bisa menerapkan tutorial ini kita hanya membutuhkan Kabel Lan Cros untuk menyambung kan antara laptop dan Raspi. Untuk itu silakan membuatnya atau membelinya di toko terdekat.
CATATAN PENTING:
Sebelumnya, kamu harus mengaktifkan terlebih dahulu SSH yang ada di Raspi supaya dapat di akses dari komputer lain. Cara mengaktifkannya: Buka terminal - Ketik sudo su - ketik raspi-config - pilih Interfacing Options - Pilih SSH - Pilih YES - Pilih OK.
Tanpa terlebih dahulu mengaktifkan SSH secara manual, kita tidak akan bisa mengakses Raspi sebagaimana tutorial yang saya buat ini.
Tahap Persiapan
- Pastikan bahwa Raspi sudah terinstal OS Ubuntu Mate Raspi seperti OS yang saya pakai.
- Melakukan konfigurasi IP statis pada Raspi, supaya mudah di akses melalui laptop
- Sambungkan kabel lan ke port Raspi dan port laptop.
- Instal aplikasi MoboXtream. Silakan cari di internet.
CATATAN: Untuk melakukan konfigurasi IP Lan, supaya lebih mudah, lakukan pada Raspi dengan monitor terpisah. Saya anggap kalian sudah memasang Raspi pada monitor, keyboard dan mouse. Intinya, sudah mengoperasikan Raspi pada kelengkapan alat sebagaimana seharusnya.Baca ulasan saya di sini supaya paham:
STEP-1: Buat IP Statis
Buatlah IP statis di Raspi. IP Raspi ini akan kita samakan dengan IP yang ada di laptop. Misalnya, saya mengatur IP Statis di raspi 192.11.22.1, sedangkan di laptop saya mengaturnya 192.11.22.2.
Dengan cara ini kita tidak perlu melakukan scan ip sebagaimana yang diperintahkan pada tutorial-tutorial yang berbeda.
STEP-2: Tancapkan Kabel LAN
Dalam percobaan kali ini kita menyambungkan koneksi laptop dan raspi menggunakan kabel LAN. Sebenarnya memakai wifi juga bisa. Akan saya bahas di artikel terpisah.
STEP-3: Buka MoboXtream
Buka aplikasi tersebut dan ikuti step ini:
Step-3.1: Klik menu Session, pilih New Session
Step-3.2: Klik SSH dan ikuti pengaturan seperti gambar di bawah ini:
STEP-4: Tampilan Raspi
Setelah ini MobaXtream akan membuka layar baru yang nantinya akan menampilkan Raspi, namun sebelumnya, kita harus memasukkan terlebih dahulu username dan pasword yang sebelumnya sudah kita buat di Raspi, sesaat setelah instalasi selesai.
Jika konfigurasi yang telah kamu buat benar, maka layar laptop kamu sekarang menampilkan layar Raspi.
Jangan putus semangat jika belum bisa, kamu bisa meminta batuan kepada saya secara langsung. Silakan tinggalkan pesan di kolom komentar, nanti akan saya balas, jika saya tahu. Terimakasih.
Minggu, 28 Oktober 2018
Mengoperasikan Ubuntu Mate di Raspberry Pi 3B
Akhirnya saya punya mainan baru, Geng. Kamu pasti sudah membaca review yang saya tulis kemarin. Kalau belum baca saja di sini: Unboxing & Review Raspberry Pi 3 Model B.
By the way membicarakan perihal Raspberry saat ini, sebenarnya sudah agak terlambat sih. Karena sejak tahun 2014 kemarin, bahasan tentang Raspi sudah banter di beberapa daerah, terkhusus di forum-forum Raspi. Ya berhubung, dapatnya Raspi masih baru -baru ini, jadi terpaksa tetap saya tulis. Minimal buat catatan.
Hal utama yang saya lakukan setelah mendapatkan Raspi baru, adalah langsung ingin menjajalnya. Karena penasaran dengan apa yang ada di dalamnya. Raspi, meski tak selengkap Windows (bukan hal yang bisa dibandingkan sebenarnya) namun menurut tulisan-tulisan pendahulu, ia lebih asyik untuk di otak-atik. Oh ya, waktu membeli di Toko Online kemarin, saya pernah request kepada penjual untuk menginstall OS Ubuntu Mate.
By the way membicarakan perihal Raspberry saat ini, sebenarnya sudah agak terlambat sih. Karena sejak tahun 2014 kemarin, bahasan tentang Raspi sudah banter di beberapa daerah, terkhusus di forum-forum Raspi. Ya berhubung, dapatnya Raspi masih baru -baru ini, jadi terpaksa tetap saya tulis. Minimal buat catatan.
Hal utama yang saya lakukan setelah mendapatkan Raspi baru, adalah langsung ingin menjajalnya. Karena penasaran dengan apa yang ada di dalamnya. Raspi, meski tak selengkap Windows (bukan hal yang bisa dibandingkan sebenarnya) namun menurut tulisan-tulisan pendahulu, ia lebih asyik untuk di otak-atik. Oh ya, waktu membeli di Toko Online kemarin, saya pernah request kepada penjual untuk menginstall OS Ubuntu Mate.
Untuk bisa menghidupkan Raspi, kita membutuhkan kelengkapan alat lain, selayaknya saat kita ingin menghidupkan PC Desktop. Alat-alat yang kita butuhkan antara lain:
- Monitor
- Keyboard
- Mouse
- Kabel HDMI to VGA
- Stop kontak.
Berhubung saya sudah memiliki kelengkapan sebagaimana list di atas, jadi tinggal memakainya dan tidak perlu repot-repot membelinya lagi. Ini sebagian alasan kenapa saya ngebet ingin beli Raspi.
Saya hubungkan semua alat ke port Raspi, kemudian menyambungkan charger ke stop kontak yang berisi aliran listrik.
Saat catu daya terhubung, si Raspi langsung booting tanpa dihidupkan. Kenapa bisa begitu? Karena Raspi tidak memiliki tombol on off. Jadi untuk menghidupkannya, kita tinggal menancapkannya ke catu daya.
Ternyata sesuai pesanan saat membeli, si Raspi telah dibekali OS Ubuntu Mate, namun masih pada tahap install. Sepertinya penjual tidak melakukan konfigurasi apa-apa setelah melakukan instalasi. Atau mungkin, OS yang ditanam di Micro SSD adalah hasil dari cloning.
Saat catu daya terhubung, si Raspi langsung booting tanpa dihidupkan. Kenapa bisa begitu? Karena Raspi tidak memiliki tombol on off. Jadi untuk menghidupkannya, kita tinggal menancapkannya ke catu daya.
Ternyata sesuai pesanan saat membeli, si Raspi telah dibekali OS Ubuntu Mate, namun masih pada tahap install. Sepertinya penjual tidak melakukan konfigurasi apa-apa setelah melakukan instalasi. Atau mungkin, OS yang ditanam di Micro SSD adalah hasil dari cloning.
Ubuntu Mate Raspi
Ubuntu adalah salah satu, jika bukan yang terbesar, yang menggunakan sistem operasi desktop berbasis Linux di dunia. Linux adalah jantung dari Ubuntu dan memungkinkan untuk menciptakan sistem operasi yang aman, kuat dan serbaguna, seperti Ubuntu dan Android . Android kini berada di tangan miliaran orang di seluruh dunia dan juga didukung oleh Linux.
Ubuntu tersedia dalam sejumlah rasa yang berbeda , masing-masing datang dengan lingkungan desktop sendiri. Ubuntu MATE mengambil sistem operasi basis Ubuntu dan menambahkan Desktop MATE .
Desktop MATE adalah salah satu implementasi lingkungan desktop dan termasuk file manager yang dapat menghubungkan Anda ke file lokal dan jaringan, editor teks, kalkulator, manajer arsip, penampil gambar, penampil dokumen, monitor sistem dan terminal. Semua yang sangat dapat disesuaikan dan dikelola melalui pusat kendali.
MATE Desktop menyediakan lingkungan desktop yang intuitif dan menarik menggunakan metafora tradisional, yang berarti jika Anda pernah menggunakan Microsoft Windows atau Apple Mac OS , itu akan terasa sangat akrab.
Desktop MATE memiliki sejarah yang kaya dan merupakan kelanjutan dari desktop GNOME2, yang merupakan lingkungan desktop default pada banyak sistem operasi Linux dan Unix selama lebih dari satu dekade. Ini berarti bahwa Desktop MATE dicoba, diuji dan sangat dapat diandalkan.
Ubuntu mate untuk raspi merupakan turunan dari ubuntu yang didesain khusus untuk Raspi, namun meski demikian, bermacam aplikasi standar sudah include di dalamnya, seperti Libre Office, Firefox, Thunderbird, Rhythmbox, Shotwell, VLC dan lain-lain.
Jadi setelah beberapa hari menggunakan Raspi dengan OS Ubuntu Mate, saya mulai bisa beradaptasi sekaligus menjadi penasaran. Misalnya penasaran bagaimana cara mengoperasikan Raspi melalui laptop, supaya lebih efisien peralatan.
Sebenarnya, berbarengan dengan waktu menulis artikel ini, saya sudah menemukan caranya. Saya akan tulis di babak selanjutnya. Tetap bersama Mas Trigus dan terimakasih sudah membaca artikel ini.
Jumat, 26 Oktober 2018
Unboxing & Review Raspberry Pi 3 Model B
Jadi ceritanya kemarin bertemu dengan salah satu mastah Blogger Trenggalek era 90-an di rumah saya. Nama mastah tersebut Edy Santoso atau lebih akrab dipanggil Cak Edy.
Dari hasil pertemuan tersebut ia membawa sebuah alat kecil yang katanya bisa dipakai untuk segala keperluan pengembangan teknologi. Tidak hanya sampai di situ saja, saking semangatnya ia memberikan pengalaman baru pada rekan-rekannya, ia menghidupkan alat tersebut. Dan setelah melihatnya, akhirnya saya kepincut.
Nama alat tersebut adalah Raspberry Pi 3 Model B, sebuah mini komputer canggih dan memiliki ukuran separuh telapak tangan orang dewasa. Jika merujuk pada Wikipedia, Raspberry Pi, sering disingkat dengan nama Raspi, adalah komputer papan tunggal (single-board circuit; SBC) yang seukuran dengan kartu kredit yang dapat digunakan untuk menjalankan program perkantoran, permainan komputer, dan sebagai pemutar media hingga video beresolusi tinggi.
ARTIKEL RASPI LAINNYA:
Mengoperasikan Ubuntu Mate di Raspberry Pi 3B
Cara Mengoperasikan Raspberry Pi 3 Melalui Monitor Laptop
Cara Membuat Wifi Hotspot Raspberry 3
Raspberry Pi dikembangkan oleh yayasan nirlaba, Rasberry Pi Foundation, yang digawangi sejumlah pengembang dan ahli komputer dari Universitas Cambridge.
Ajib kan? Awal mula dibuatnya alat ini sebenarnya untuk tujuan pendidikan di luar negeri sana, namun karena modelnya unik, alat ini beredar hingga ke Indonesia, bahkan sampai ke Trenggalek.
Melihat apa yang dimiliki Cak Edy, saya pun akhirnya memutuskan untuk membeli alat tersebut. Tujuannya, yang pertama untuk belajar, dan yang kedua, untuk memfasilitasi anak pertama saya yang juga sudah mulai keranjingan dengan komputer.
Maunya sih membelikan ia laptop, tapi si bapaknya belum ada uang banyak, plus, bapaknya ingin dia mengerti dahulu bagaimana komputer bekerja dan dipakai untuk apa. Sayang sekali kan kalau ia hanya tahu sebagai end user saja. Minimal, kalau tertarik ia bisa menjadi pengembang. Hehehe.
Saya membelinya melalui toko online, Bukalapak, seharga tidak lebih dari Rp. 800.000, dengan harga segitu saya sudah mendapatkan paket lengkap. Ada Raspberry Pi 3 Model B, Fan atau kipas, Memory card (micro SD) kelas 10 ukuran 16 GB, charger, casing transparan, dan kabel HDMI to HDMI. harga yang murah untuk paket selengkap itu. Oh ya, pihak penjual juga sudah menginstal OS sesuai dengan pilihan pembeli. Kalau saya memilih OS Ubuntu Mate.
3 hari menunggu, paket itu datang, dan seperti kebanyakan orang yang ingin merayakan saat-saat unboxing barang yang dibeli dengan cara merekamnya, sayapun melakukan hal sama, lihat nih videonya di bawah ini.
Dari hasil pertemuan tersebut ia membawa sebuah alat kecil yang katanya bisa dipakai untuk segala keperluan pengembangan teknologi. Tidak hanya sampai di situ saja, saking semangatnya ia memberikan pengalaman baru pada rekan-rekannya, ia menghidupkan alat tersebut. Dan setelah melihatnya, akhirnya saya kepincut.
Nama alat tersebut adalah Raspberry Pi 3 Model B, sebuah mini komputer canggih dan memiliki ukuran separuh telapak tangan orang dewasa. Jika merujuk pada Wikipedia, Raspberry Pi, sering disingkat dengan nama Raspi, adalah komputer papan tunggal (single-board circuit; SBC) yang seukuran dengan kartu kredit yang dapat digunakan untuk menjalankan program perkantoran, permainan komputer, dan sebagai pemutar media hingga video beresolusi tinggi.
ARTIKEL RASPI LAINNYA:
Mengoperasikan Ubuntu Mate di Raspberry Pi 3B
Cara Mengoperasikan Raspberry Pi 3 Melalui Monitor Laptop
Cara Membuat Wifi Hotspot Raspberry 3
Raspberry Pi dikembangkan oleh yayasan nirlaba, Rasberry Pi Foundation, yang digawangi sejumlah pengembang dan ahli komputer dari Universitas Cambridge.
Ajib kan? Awal mula dibuatnya alat ini sebenarnya untuk tujuan pendidikan di luar negeri sana, namun karena modelnya unik, alat ini beredar hingga ke Indonesia, bahkan sampai ke Trenggalek.
Melihat apa yang dimiliki Cak Edy, saya pun akhirnya memutuskan untuk membeli alat tersebut. Tujuannya, yang pertama untuk belajar, dan yang kedua, untuk memfasilitasi anak pertama saya yang juga sudah mulai keranjingan dengan komputer.
Maunya sih membelikan ia laptop, tapi si bapaknya belum ada uang banyak, plus, bapaknya ingin dia mengerti dahulu bagaimana komputer bekerja dan dipakai untuk apa. Sayang sekali kan kalau ia hanya tahu sebagai end user saja. Minimal, kalau tertarik ia bisa menjadi pengembang. Hehehe.
3 hari menunggu, paket itu datang, dan seperti kebanyakan orang yang ingin merayakan saat-saat unboxing barang yang dibeli dengan cara merekamnya, sayapun melakukan hal sama, lihat nih videonya di bawah ini.
Kelebihan Raspberry Pi
RasPi bukan komputer biasa, jika dibandingkan komputer dekstop (CPU) pada umumnya hampir bisa dipastikan menang. Ada berbagai macam kelebihan yang dimiliki oleh RasPi, di antaranya:1. Hemat Daya Listrik
Inilah kelebihan pertama dari RasPi. Ia tidak membutuhkan suplay listrik besar, karena hanya membutuhkan daya kecil, seperti halnya handphone. Bahkan dengan menggunakan charger handphone, sudah dapat menghidupkan alat ini secara normal.
Kalau dibandingkan dengan komputer dekstop, RasPi jauh lebih hemat listrik. Inilah alasan mendasar kenapa saya bersikukuh untuk memboyongkan ke rumah.
2. Memakai Micro SD, Bukan Hardisk
Lazimnya, komputer dekstop maupun laptop memakai alat penyimpanan berupa harddisk atau SSD, tapi tidak untuk Raspi, ia hanya membutuhkan Micro SD untuk instalasi dan penyimpanan file. Tapi juga bisa dihubungkan dengan Harddisk eksternal, Flashdisk dan alat penyimpanan lain.
Harga Hardisk dan SSD masih mahal, tapi tidak untuk Micro SD, jadi ini adalah alasan kedua saya memutuskan untuk membelinya. Dan asyiknya lagi, jika kita ingin mengganti sistem operasi Raspi, hanya tinggal menggantinya dengan Micro SD yang lain. Ini karena harganya murah.
3. Memiliki Port Seperti Komputer/Laptop
Jika komputer/laptop memiliki port seperti port USB, HDMI, LAN, Micro SD, Jack Audio, Kamera dll. Raspberry Pi juga memilikiknya. Secara fungsi juga sama. Bahkan kita sudah bisa menyambungkan internet dengan memakai wifi atau LAN. Bagus banget kan.
4. Ukuran body Kecil
Kecil-kecil cabe rawit, inilah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kemampuan di RasPi. Ukurannya hanya sebesar kartu ATM. tapi sudah bisa melakukan kerja-kerja komputer pada umumnya.
Saking kecilnya, kita tidak perlu susah menaruhnya dimana. Saya membayangkan jika alat ini dipakai sebagai client di lab sekolah. Ada banyak hal yang bisa dihemat, seperti hemat listrik, hemat ruang dan hemat biaya. keren
Untuk sementara ini, Raspberry bisa di instal OS:
Saking kecilnya, kita tidak perlu susah menaruhnya dimana. Saya membayangkan jika alat ini dipakai sebagai client di lab sekolah. Ada banyak hal yang bisa dihemat, seperti hemat listrik, hemat ruang dan hemat biaya. keren
5. Support Berbagai OS
Setiap perangkat keras (hardware) komputer membutuhkan piranti lunak (software) supaya bisa dioperasikan. RasPi tentu memiliki ini semua, kita bisa menginstal Operating System sesuai yang di inginkan.Untuk sementara ini, Raspberry bisa di instal OS:
- Raspibian Jessie
- Ubuntu Mate
- Libreelec
- OSMC
- RetroPie
- Lubuntu
- Xubuntu
- Kali Linux
- Windows 10 Iot Core 10, dll
Raspi memang support untuk semua jenis OS linux, dan ini memudahkan para penggemar linux untuk sekedar mencoba apa yang paling pas untuk mereka.
Ada banyak kelebihan yang bisa kita dapatkan dari Raspberry, dan saya ingin mencobanya lebih jauh. lagi, sekedar bereksperimen memakai alat sekecil ini, kira-kira apa yang bisa ia lakukan.
Sekian artikel saya, semoga bermanfaat dan terimakasih sudah membaca. Jika kalian punya banyak pengalaman tentang Raspberry, sharing ya, siapa tahu kita bisa jadi saudara. Thanks.
Langganan:
Postingan (Atom)
