Tampilkan postingan dengan label covid-19. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label covid-19. Tampilkan semua postingan

Senin, 02 Agustus 2021

Cara Daftar Bantuan Langsung Tunai untuk UMKM secara Online

Pandemi Covid-19 belum mereda, tentunya sebagai pelaku UMKM, kita sangat terdampak. Apalagi pemerintah memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sampai tanggal 2 Agustus 2021.

Ditambah lagi, tidak semua penanganan dari aparat negara kepada pelaku UMKM itu menggunakan pendekatan yang manusiawi. Kita tentu resah ketika usaha kita ditutup dan kita lebih resah ketika usaha kita diobrak-abrik aparat negara. Belum lagi tiap harinya kita kesal dengan peraturan yang belum benar-benar memberi solusi pada pelaku UMKM dan masyarakat luas.

Tapi, kita memang harus berusaha bertahan sebaik mungkin menghadapi pandemi dan segala peraturan ini. Daripada kita mengeluh terus, ada baiknya saling jaga dan saling bantu sesama warga. Kita bisa saling membantu sesama warga di tengah krisis ekonomi dan krisis kesehatan ini. Dan kali ini sayya ingin berbagi informasi tentang cara mendaftarkan UMKM untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT).

Seperti yang kita tahu, Presiden Jokowi berkata akan memberikan insentif BLT UMKM sebanyak Rp1,2 juta kepada 1 juta pelaku usaha mikro informal selama perpanjangan PPKM Darurat. Presiden Jokowi sudah memerintahkan kepada para menteri terkait untuk segera menyalurkan bansos tersebut kepada warga masyarakat yang berhak. Selain itu, Presiden Jokowi juga sudah meminta setiap kepala daerah untuk segera mendistribusikan bansos kepada masayarakat, termasuk pelaku UMKM.

Presiden Jokowi menyebutkan, total dana untuk UMKM adalah Rp. 13,3 triliun. Tapi dana yang tersalurkan baru Rp 2,3 triliun. Presiden Jokowi menilai perlu dilakukannya percepatan belanja daerah dan percepatan bantuan sosial. Terutama yang berkaitan dengan bantuan UMKM, dana bantuan sosial, dan Dana Desa.

BLT untuk UMKM akan dicairkan pemerintah melalui Bank BRI (Eform BRI Tahap 3).  Bantuan melalui Eform BRI Tahap 3 atau e-form BRI UMKM 2021 Tahap 3 ini adalah bagian dari skema Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM).

Tentunya, Bantuan Presiden (Banpres) Produktif ini dilakukan sebagai usaha unruk mengatasi dampak ekonimi dari pandemi Covid-19 terhadap keberlangsungan UMKM. Daftar penerima BLT ini bisa dilihat dengan membuka situs e-form BRI UMKM 2021 Tahap 3 (eform.bri.co.id/bpum). Selain itu, cara untuk mengecek apakah pelaku UMKM mendapatkan dana BPUM, juga bisa dengan membuka situs eform.bri.co.id/bpum. 

Cara mengecek pelaku UMKM mendapatkan BPUM atau tidak: 

  1. Masuk ke situseform.bri.co.id/bpum
  2. Isi nomor KTP
  3. Masukkan kode verifikasi
  4. Klik proses inquiry
  5. Akan ada pemberitahuan apakah Anda termasuk penerima BPUM 2021 atau tidak

Syarat mendapatkan BPUM eform BRI Tahap 3 Sesuai Peraturan Menteri Koperasi dan UKM (Permenkop UKM) No.2/2021 tentang Pedoman Umum Penyaluran BPUM:

  1. Belum pernah menerima dana BPUM
  2. Telah menerima dana BPUM tahun anggaran sebelumnya
  3. Pelaku Usaha Mikro tidak sedang menerima KUR
  4. Warga Negara Indonesia
  5. Memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik
  6. Memiliki Usaha Mikro yang dibuktikan dengan surat usulan calon penerima BPUM dari pengusul BPUM beserta lampirannya yang merupakan satu kesatuan
  7. Bukan Aparatur Sipil Negara, anggota Tentara Nasional Indonesia, anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, pegawai BUMN, atau pegawai BUMD
  8. Untuk mendaftar BPUM 2021, yakni dengan mengusulkan diri ke Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah (Kadiskop UKM) kabupaten atau kota di wilayah masing-masing. 

Data dan dokumen yang harus disiapkan yaitu: 

  1. Nomor Induk Kependudukan sesuai KTP Elektronik
  2. Nomor kartu keluarga
  3. Nama lengkap
  4. Alamat sesuai KTP
  5. Bidang usaha Nomor telepon

Informasi Penting:

Pendaftaran program BPUM 2021 akan berakhir pada tanggal 31 Agustus 2021. Kalau sudah terdaftar di gelombang penerima lewat eform BRI tahap 3 (e-form BRI UMKM 2021 Tahap 3), maka segera cek di laman eform.bri.co.id/bpum.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki mengatakan, jumlah dana yang diberikan kepada pelaku UMKM dalam program BPUM 2021 ini mencapai Rp 1,2 juta. Jumlah ini berkurang setengah dibanding tahun lalu, sebesar Rp 2,4 juta.

Kemudian, penerima manfaat yang ditargetkan tahun ini sejumlah 12,8 juta penerima, termasuk di dalamnya melalui Eform BRI Tahap 3. Selain lewat Bank BRI, bantuan BPUM juga disalurkan melalui Bank BNI.

Tahun ini, pemerintah menambah lembaga penyaluran BLT UMKM. Tahun sebelumnya hanya melalui BNI dan BRI, dan sekarang pencairan dana BLT UMKM bisa dilakukan di Bank Mandiri, Bank Pembangunan Daerah (BPD), dan POS Indonesia. 

Sementara itu, pemerintah juga mengurangi lembaga pengusul BPUM 2021. Tahun sebelumnya 5 lembaga, kini hanya menjadi 1, yaitu dinas yang membidangi koperasi dan UMKM di kabupaten/kota.

Nah, itulah informasi terkini tentang Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk UMKM. Dengan kondisi yang demikian, mari kita segera memanfaatkan segala peluang yang ada untuk bertahan hidup. Satu lagi, saya harap kita semua tetap bisa saling berbagi. Jangan biarkan orang-orang di sekitarmu meninggal karena Covid-19 apalagi karena kelaparan. Salam sehat, salam damai dan jangan lupa bahagia.

Kamis, 15 Juli 2021

Berhenti Merokok di Masa Pandemi Covid-19

Halo gaes, semoga kalian tetap dalam kondisi yang sehat ketika membaca artikel ini. Yah, kita tau lah kasus Covid-19 terus bertambah tiap harinya. Dan saya turut berduka cita untuk teman-teman yang telah ditinggalkan teman, keluarga, maupun orang-orang di sekitarnya.

Jadi, gini gaes. Awalnya saya tidak sewaspada ini dengan Covid-19, yak arena saya tinggal di desa yang jauh dengan keramaian kota. Tapi ketika dengar kabar bahwa kasus Covid-19 meningkat, warga di desa juga ada yang meninggal, ditambah beberapa teman yang sedang isolasi mandiri karena positif Covid-19, akhirnya saya lebih waspada.

Salah satu hal yang membuat saya lebih waspada adalah ketika Organisasi Kesehatan Dunia/World Helath Organization (WHO) menyatakan bahwa perokok lebih beresiko meninggal akibat Covid-19.

Kepala WHO bagian Program Pengendalian Tembakau, Vinayak Prasad, mengatakan banyak hasil penelitian ilmiah dalam setahun ini yang membuktikan perokok memiliki risiko 50 persen lebih tinggi terkena penyakit parah dan kematian akibat COVID-19. Logikanya, karena merokok mengganggu fungsi paru-paru dan Covid-19 memang menyerang paru-paru.

Oleh karena itu, dalam artikel ini saya akan berbagi tips cara berhenti merokok di masa pandemi. BBerikut cara-caranya:

1. Tentukan Alasan, Tujuan dan Rencanakan

Dalam kondisi pandemi Covid-19, ini tentu tak perlu alasan yang muluk-muluk untuk berhenti merokok. Hanya saja tingkat kewaspadaan setiap orang berbeda-beda. Selain itu para perokok juga punya banyak alasan untuk tetap merokok sekalipun lebih beresiko meninggal akibat Covid-19.

Tapi jika kamu memiliki keinginan untuk berhenti merokok, langkah awalnya adalah tentukan alasan dan tujuan kamu berhenti merokok. Setelah itu, kamu bisa merencanakan mulai kapan kamu akan berhenti merokok. Catatan ini penting sebelum kamu melakukan cara-cara berhenti merokok selanjutnya. Karena setiap berusaha berhenti merokok, ada godaan untuk merokok kembali.

Maka dari itu, kamu bisa kembali melihat catatan yang kamu buat dan kamu juga bisa mengevaluasi apa yang kurang dan apa yang bisa kamu perbaiki untuk berhenti merokok.

2. Kelola Stres

Aktivitas merokok sering dijadikan sebagai cara melampiaskan stress. Kandungan nikotin yang dimiliki rokok bisa memberikan efek relaksasi dengan cepat. Tapi, beberapa penelitian juga membuktikan bahwa kebiasaan merokok malah membuat seseorang lebih mudah mengalami stres.

Tentunya, merokok bukan satu-satunya cara untuk meredakan stress. Merokok hanyalah salah satu cara saja. Kebiasaan merokok bisa diubah secara perlahan dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan. Mendengarkan atau bermain musik, bercerita kepada teman, melakukan terapi pijat, meditasi dan kegiatan menyenangkan lain bisa dilakukan sebagai alternatif menghilangkan stress tanpa merokok.

3. Konsumsi Makanan Sehat

Selain memberi efek relaksasi dengan cepat, kandungan nikotin yang dimiliki rokok juga bisa mengurangi sensitifitas indra perasa dan dan penciuman, sehingga membuat selera makan berkurang. Maka dari itu, alternative untuk menggantikan rokok adalah dengan makan-makanan sehat. Sayur dan buah-buahan bisa mengurangi nafsu untuk merokok. Selain itu, makanan sehat juga bisa memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh serta mengembalikan selera makan yang berkurang karena merokok.

4. Rutin olahraga

Berolahraga dengan rutin bisa mengurangi kecanduan nikotin. Olahraga seperti jalan-jalan, bersepeda, berenang dan olahraga lainnya dapat menjadi pengalihan ketika ada nafsu merokok. Tentunya susah jika memiliki kebiasaan merokok setelah olahraga. Saran saya, rokok sebagai konsumsi setelah olahraga bisa dialihkan ke minum air putih atau makan permen.

5. Rajin Bersih-Bersih Rumah

Perokok sering kali tidak sadar bahwa ruangan di kamarnya atau di dalam rumahnya itu bau asap rokok. Baru sadar dengan adanya bau asap rokok ketika diingatkan oleh temannya yang tidak merokok. Maka dari itu, kebiasaan merokok bisa dialihkan dengan rajin bersih-bersih rumah.

Bersih-bersih rumah bisa dilakukan dengan menyapu, mengepel, mencuci pakaian, sprei, tirai dan apapun yang memiliki bau rokok. Selain itu, bisa juga menggunakan pengharum ruangan untuk mengurangi bau rokok di rumah, sehingga bisa mengalihkan keinginan untuk merokok.

6. Rajin Sikat Gigi

Selain sering tidak sadar bahwa ruangan di kamarnya bau asap rokok, perokok juga sering tidak sadar bahwa mulutnya bau rokok. Lagi-lagi baru sadar ketika diingatkan oleh temannya, baik perokok maupun bukan perokok.

Maka dari itu, sikat gigi dengan rajin bisa menjadi solusi. Tidak hanya untuk menghilangkan bau rokok, tapi juga untuk membuat kita merasa sayang ketika harus mengotori mulut kita lagi. Jika kebiasaan sikat gigi ini dilakukan, maka lama-kelamaan kita akan nyaman dengan mulut yang bersih tanpa bau rokok. Sehingga, kita bisa berhenti merokok dan lebih memperhatikan kebersihan diri.

7. Bawa Air Putih Antisipasi Godaan Teman

Seperti yang saya sarankan sebelumnya, keinginan merokok setelah berolahraga bisa diantisipasi dengan minum air putih, memakan permen atau konsumsi alternatif yang menyehatkan lainnya. Tapi, membawa air putih ini juga penting ketika kamu memiliki jam-jam rawan untuk merokok atau sedang berada di antara temanmu yang merokok.

Godaan untuk merokok yang datang bisa diatasi dengan minum air putih dan konsumsi alternatif yang menyehatkan lainnya. Kamu juga bisa menjauh sebentar untuk menghirup udara dari teman-temanmu ketika sudah sangat tidak tahan untuk merokok. Tanamkan ke pikiranmu bahwa udara segar lebih menyehatkan daripada rokok.

Demikian ulasan tentang “Berhenti Merokok di Masa Pandemi Covid-19” dari saya. Sebenarnya saya pun belum bisa berhenti merokok. Hanya saja, saya sedang berusaha pelan-pelan. Cara yang saya gunakan adalah cara-cara di atas. Ditambah lagi dengan mengonsumsi teh tawar. Kenapa teh tawar? Karena teh tawar tidak manis. Hehe.. Selain rokok, konsumsi gula juga memiliki risiko tinggi terpapar Covid-19.

Karena saya belum benar-benar bisa berhenti merokok, maka minum teh tawar adalah salah satu solusi. Karena ketika merokok sambil minum teh tawar itu rasanya hambar, sehingga keinginan untuk merokok itu jadi berkurang. Silakan dicoba jika kalian tertarik. Sekian dari saya, semoga kita tetap sehat dan bahagia.

Senin, 24 Mei 2021

Cara Mencegah Penularan Virus Corona, Ayo Selamatkan Nyawa!

Cara mencegah virus Corona – Mencegah lebih baik dari mengobati, Demikian kata pepatah. Virus Corona kini sudah satu tahun lebih melAnda dunia. Virus satu ini membuat jutaan umat menderita bahkan mati.

Tak bisa dipungkiri, Virus Corona-19 sangat berbahaya bagi semua kalangan. Tidak memandang bulu, baik bulunya pejabat, bulunya orang kaya, bulunya orang miskin, bulu wanita dan bulu lelaki, semua orang berpotensi terkena virus ini.

Indonesia, negara dengan ratusan juta penduduk, kini tengah berduka cita atas meninggalnya sanak saudara, tetangga, ibu, bapak, akibat positif Covid-19. Oleh karena itu, mencegah penyebaran virus Corona sejak dini harus sangat dilakukan.

Tidak perlu tawar menawar, atau meragukan apakah virus ini hasil konspirasi atau benar adanya. Nyatanya sudah ada banyak bukti yang bisa kita dapatkan.

Walaupun beredar berita bahwa banyak oknum yang tak bertanggung jawab memalsukan status positif Covid-19. Setidaknya kita harus benar-benar mencegah virus Corona-19 dari diri sendiri dan orang lain dengan melakukan sikap pencegahan virus Corona.

Lantas apa saja cara mencegah tertular virus Corona? 

Berikut cara mencegah virus Corona, virus mematikan seluruh dunia. Artikel ini saya himpun dari berbagai sumber yang paling relevan.

Cara Mencegah Virus Corona – 19

Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah virus Corona, karena mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Bagi Anda yang terpapar virus Corona, kami doakan cepat sembuh. Namun bagi Anda yang sedang ngopi dirumah, kami doakan tidak terpapar virus mematikan ini. #StayAtHome

1.Tidak Berjabat Tangan/bersalaman

Walaupun Islam menyuruh setiap orang untuk bersalaman, namun dalam urusan seperti ini kita harus mengedepankan kepentingan kesehatan. Tidak Berjabat tangan merupakan salah satu solusi untuk mencegah virus Corona-19.

Ketika Anda bersalaman dengan orang lain, apakah Anda tahu virus sekecil ini ada di tangan orang yang Anda Salami? Inilah yang harus kita waspadai bahwa bersalaman meningkatkan resiko terpapar virus Corona-19.

2.Menjaga Jarak

Menjaga jarak dengan orang lain harus dilakukan untuk mencegah virus Corona-19. Karena ketika Anda berdekatan dengan orang lain yang Anda tidak tahu dia terpapar Corona atau tidak. 

Jika kebetulan orang tersebut membawa virus, secara tidak sengaja Anda kini sudah terpapar virus Corona karena beberapa penyebab seperti batuk, bernafas,dll.

Jika mencegah virus Corona dengan cara ini tidak mungkin untuk Anda lakukan. Anda bisa #StayAtHome agar Anda tetap terjaga dan orang sekitar Anda juga terjaga. 

Jika memungkinkan, atur jarak hingga 1,5 meter sampai 2 meter dari orang lain agar resiko Anda terpapar Corona lebih kecil.

Ketika kita sedang shalat berjamaah, kita juga harus menjaga jarak dengan merenggangkan shaf. Karena kita harus mengikuti himbauan dari pemerintah.

Kalau dengan istri atau suami bagaimana?

Ya sebelum berkumpul pastikan masing-masing sudah bersih, sebaiknya mandi sebelum berkumpul.

3.Mencuci Tangan

Anda sering mencuci tangan? Berarti Anda mencegah virus Corona terhadap Anda sendiri maupun orang sekitar Anda. 

Virus Corona ketika terkena pada bagian tangan tidak akan langsung masuk ke dalam tubuh, hal inilah yang mengharuskan kita supaya rutin cuci tangan. 

Karena kita tidak tahu apakah tangan kita steril atau terkena virus Corona.

Mencuci tangan dapat Anda lakukan dengan cara mengoleskan sabun atau hand sanitizer ke tangan, lalu bilas. 

Ingat, seluruh bagian tangan harus terkena cairan ini, karena virus ini tidak terlihat. 

Namun, Anda juga harus menghemat penggunaan air ketika mencuci tangan. Ketika Anda sedang membilas tangan, tutuplah kran air dengan siku Anda, supaya air tidak terbuang sia-sia.

4.Memakai Masker

Mencegah virus Corona juga harus Anda lakukan dengan cara memakai masker. Hal ini mencegah virus Corona untuk masuk ke dalam mulut dari nafas orang lain. 

Anda harus memakai masker ke manapun ketika Anda bepergian, baik itu ke pasar, sekolah, kantor, tempat ibadah, pengajian, dll.

Masker yang Anda pakai juga harus Anda perhatikan. Pastikan masker yang Anda pakai benar-benar baru dan bukan hasil daur ulang. 

Anda bisa memakai masker media yang familiar nya berwarna hijau atau biru. Jangan menggunakan masker n-95, karena masker ini hanya untuk tenaga medis. 

Kita juga harus memerhatikan stok barang medis untuk mereka yang merawat orang positif Corona.

5.Tidak Mudik

Corona melanda, libur panjang tiba, kesempatan ini memanfaatkan berbagai orang untuk mudik ke kampung asalnya. 

Tidak mudik merupakan hal penting yang harus Anda lakukan untuk mencegah virus Corona dari diri Anda maupun orang yang ingin Anda temui. 

Anda tidak tahu apakah Anda terpapar Corona atau tidak. Sehingga jika Anda terpapar, dan Anda pulang kampung, orang tersayang Anda akan terpapar karena perbuatan Anda yang tidak mematuhi prokes.

BACA JUGA: Efek Kebijakan Lockdown Terhadap Ekonomi Orang Desa

Untuk mengatasi rindu Anda terhadap orang yang Anda sayangi, Anda bisa saling video call. Beritahukan bahwa Anda tidak bisa pulang karena resiko yang tinggi. 

Bila mampu, kirimlah parsel yang berisi masker maupun alat untuk menjaga kesehatan lainnya.

6.Tidak Memegang Barang Asing Sembarangan

Salah satu cara untuk mencegah virus Corona ialah dengan tidak memegang batang asing sembarangan. 

Maksudnya ialah tidak memegang barang atau hal lainnya yang bukan milik Anda dan berada pada kawasan luar rumah Anda. 

Hal ini karena meningkatkan resiko terpapar nya virus Corona.

Ketika Anda pegang suatu barang atau lainnya seperti pegangan, apakah Anda tahu barang tersebut steril atau ada coronanya?

Karena inilah yang membuat kita harus sebisa mungkin tidak memegang sesuatu sembarangan. 

Bila ada, Anda bisa memakai sarung tangan ketika bepergian, dan cuci terlebih dahulu ketika sampai rumah.

7.Tidak Menggunakan Barang Bersama-sama

Menggunakan suatu barang oleh banyak orang meningkatkan resiko Anda terkena virus Corona. Karena kita tidak tahu apakah salah satu pengguna dari barang tersebut pada tangannya ada Corona atau tidak. 

Hal inilah yang menjadi penyebab kita harus mencegah virus Corona dengan tidak menggunakan barang bersama-sama.

Hal ini sering terjadi dalam lingkungan keluarga, seperti memegang sendok upayakan ketika memegang barang ini atau lainnya, tangan Anda sudah bersih juga steril. 

Agar orang yang memakai selanjutnya terjamin kesehatannya.

8.Ikut Vaksinasi Corona-19

Cara yang terakhir untuk mencegah virus Corona ialah dengan mengikuti vaksinasi Corona-19. Pastikan ketika Anda menerima vaksinasi bukan suntikan bekas. 

Jika berani, minta kepada tenaga medis untuk membuang suntikan yang telah ia suntik vaksin untuk Anda. Karena hal ini sangat berisiko terhadap orang lain.

Anda bisa mengikuti vaksinasi Corona pada puskesmas terdekat atau rumah sakit terdekat. Tapi Anda juga harus ingat. Selalu jaga jarak, tidak bersalaman, cuci tangan ketika Anda bepergian.

Mau tau cerita bagaimana saya divaksin, silakan baca artikel ini: Efek Vaksin Covid-19 Bagi Tubuh

Berikut artikel kami yaitu cara mencegah virus Corona-19, semoga bermanfaat, dan tetap jaga jarak, cuci tangan, dan memakai masker. 

Do'a untuk kalian supaya tidak terpapar virus Corona.  Inga, mencegah virus Corona itu lebih baik daripada mengobati.

Disclaimer:

Artikel ini ditulis oleh Saudara Habibi, Kamu juga bisa membaca artikel kesehatan lainnya di MasHabibi.com, Website yang menjelaskan seputar tips dan trik, tutorial, hiburan, dan kesehatan tentunya.

Minggu, 14 Februari 2021

Efek Vaksin Covid-19 Bagi Tubuh : Tahap Pertama

Malam itu saya mendapatkan pesan Whatsapp dari Bupati Trenggalek, Mas Ipin, begitu saya biasa memanggil orang nomor 1 di Kabupaten Trenggalek tersebut. Isi pesannya adalah ajakan untuk ikut serta menjadi orang-orang pertama yang menerima vaksin di Kabupaten Trenggalek.

Oh ya, saya bukan orang spesial sebenarnya sehingga diajak pertama kali vaksin, ajakan tersebut sangat beralasan mengingat, kebijakan secara umum terkait vaksin ini adalah mendahulukan presiden, tenaga medik, pejabat negara termasuk kepala daerah, serta beberapa orang yang dianggap punya pengaruh. Sekaligus ini sebagai media untuk sosialisasi ke masyarakat.

Di Kabupaten Trenggalek memunculkan kebijakan demi terselenggaranya vaksinasi ini, yaitu Kepala Daerah atau Bupati, Kepala Kodim, Kepala Polres atau Kapolres, Kepala Kejaksaan, Asisten, Tokoh Masyarakat dan beberapa asisten serta perwakilan dari masyarakat. Di hari yang sama, petugas kesehatan baik yang ada di RSUD dan Puskesmas juga menjalani vaksinasi.

Saya dihubungi bupati untuk mewakili dari tokoh organisasi masyarakat yaitu Muhammadiyah. Karena yang diutamakan adalah pemuda, maka saya mendapat amanah untuk mewakili kesempatan tersebut, kebetulan saya mendapat tugas sebagai ketua Pemuda Muhammadiyah Daerah Kabupaten Trenggalek.

Tidak hanya Muhammadiyah, dari NU juga mendapatkan kesempatan yang sama. Saat itu dari NU diwakili oleh ketua Ansor Cabang Kabupaten Trenggalek, Gus Zaki. Jadi kami sama-sama melaksanakan vaksinasi pada tanggal 29 Januari 2021 atas undangan dari Bupati Kabupaten Trenggalek. Saya harap penjelasan ini memudarkan anggapan-anggapan bahwa saya adalah orang penting sehingga mendapatkan posisi spesial.

Proses vaknisasi pertama diselenggarakan di Pendhopo Kabupaten Trenggalek, disiarkan langsung oleh akun youtube Kominfo Trenggalek. Urutan pertama dilaksanakan oleh Mas Ipin yang pada waktu itu didampingi oleh Bunda Novita. Dua sejoli yang selalu terlihat mesra di manapun berada.

Saya tidak ingat mendapatkan urutan berapa. Ketika dipanggil, saya dipersilakan ke meja nomer 1, ada dua orang petugas yang mencatat biodata diri saya. Setelah dipastikan selesai, kemudian di arahkan ke meja No. 2. Di meja tersebut petugas melakukan cek pada tekanan darah saya sekaligus memberikan beberapa pertanyaan observasi. 

Karena selama ini saya merasa sehat dari kondisi tubuh juga fit, ditambah pemeriksaan petugas yang menyatakan tekanan darah saya normal, saya langsung di arahkan ke tempat di mana suntikan vaksin dilakukan.

Kebetulan waktu itu saya memakai batik lengan panjang, dokter menyilakan saya untuk mengangkat kain sampai lengan atas, karena posisi suntikannya berada di lengan atas. Memakai lengan panjang cukup menyusahkan ketika vaksinasi. Saya rekomendasikan jika anda vaksin, pakailah baju lengan pendek yang lengannya longgar.

Ketika saya bilang siap, dokter menyiapkan alat suntik yang berisi vaksin, entah apa isinya, saya hanya percaya pada profesionalisme negara dan dokter. Dokter dengan sangat hati-hati memasukkan jarum suntik pada lengan.

Hampir tidak terasa apa-apa, meski jarum suntik masuk ke dalam tubuh. Entah karena dokternya yang pandai menyuntik atau saya yang tahan terhadap sakit. Meski demikian saya merasa baik-baik saja. Selesai disuntik saya saya kembali merapikan baju dan menuju pada meja terakhir tanpa lupa mengucapkan terima kasih terlebih dahulu pada dokter.

Selesai di suntik vaksin covid-19, penerima vaksin tidak boleh langsung pulang, dokter meminta kita duduk kembali dan menunggu 30 menit untuk observasi. Mungkin dilihat apakah ada reaksi tak diinginkan yang timbul dari vaksin itu sendiri.

Selam 30 menit tersebut saya merasa baik-baik saja, begitu juga dengan peserta yang lain. Katanya, suntikan pertama ini memang memakai dosis rendah sehingga tidak terlalu terasa efek sampingnya.

Artikel ini saya tulis 7 hari setelah divaksin, dan saya tidak merasakan dampak buruk pada tubuh, tidak semenakutkan berita hoax yang beredar di Whatsapp Group. Saya tetap menjadi diri saya sendiri, dan tidak merasakan sakit. Semoga 7 hari ke depan, sebelum dilakukannya vaksinasi kedua, saya masih baik-baik saja.

Terimakasih 

Senin, 25 Januari 2021

Efek Kebijakan Lockdown Terhadap Ekonomi Orang Desa

Covid-19 memang penuh misteri, ia sanggup mengubah tatatan dunia secara radikal, tanpa pandang bulu suku bangsa dan ras, agama, jenis kelamin, jenjang usia serta karir.

Tak peduli pejabat atau kaum papa sekalipun, si covid-19 seolah semau gue hinggap dan menjangkiti inangnya tanpa permisi.

Tak sedikit yang kemudian dinyatakan positif, kita bisa melihat data-data yang berseliweran di dunia maya, baik itu data positif yang mengakibatkan sikorban hanya diisolasi atau bahkan meninggal.

Tak ada yang tau pasti kapan wabah Covid-19 ini berakhir, seperti sama tidak tahunya kita siapa nama virus ini sebenarnya. Nama Covid-19 ini yang memberikan adalah manusia, bukan atas perkenalan mereka sendiri.

Yang jelas, berbagai upaya telah dilakukan, dari di berlakukannya sosial distance (jaga jarak) sampai lockdown alias PSBB. Bahkan kini vaksin untuk virus Covid-19 ini juga sudah ditemukan dan disuntikkan ke masyarakat.

Tujuan masyarakat dunia ini hanya satu, yaitu supaya wabah covid tidak menjadi wabah berkepanjangan yang mengakibatkan sendi-sendi kehidupan berubah total dan menuju pada tatanan normal seperti dahulu kala, cara hidup manusia sebelum datangnya wabah ini.

Pro kontra selalu terjadi pada segala sesuatu yang menjadi konsumsi publik. la kok covid, persoalan duluan mana antara ayam dan telur saja masih menjadi perdebatan bahkan dewasa ini masih juga yang mempersoalkan bentuk bumi, ada yang berkeyakinan datar dan ada yang mengatakan bulat (elip). Ini adalah kewajaran dalam kebudayaan manusia. Selama masih bisa didebat ya didebat saja.

Pengaruh Covid Bagi Ekonomi Orang Desa

Ganteng-ganteng begini, saya adalah orang yang terlahir dan hidup di desa. Meski saya tidak bisa dikatakan ndesit (kampungan) tapi jika bileh jujur saya lebih senang hidup di desa daripada di kota.

Kota memang gahul, segala peradaban terkumpul di kota (biasanya), namun meski kehidupan kota boleh dikatakan mentereng, namun kota adalah persoalan manusia sebenarnya.

Seperti halnya saat terjadi wabah covid-19 ini, siapa yang paling merasakan dampak dari adanya kebijakan pembatasan aktivitas manusia di ruang publik? saya pastikan adalah orang-orang yang berada di kota.

Kota itu ramai, tapi sempit, tidak banyak ruang yang bisa dijadikan sebagai ruang hidup sumber-sumber makanan. Katakanlah ketela pohon, tidak lazim apabila tumbuh di samping mall-mall atau tempat dugem. Ketela lazim tumbuh di pekarangan samping rumah.

Jengkol, Pete, Jagung, Sayur-sayuran tumbuh subur di kebun-kebun masyarakat desa yang notabene memiliki pekarangan di samping rumah. Tumbuhan ini menjadi tabungan keluarga petani untuk bisa survive.

Faktanya memang begitu, jika mau dibandingkan efek dari lockdown antara orang desa dan orang kota, yang paling bisa bertahan adalah orang desa, mereka punya cadangan makanan untuk jangka waktu lama.

Berbeda dengan orang kota yang sekiranya kehidupannya bergantung pada kerja menjadi karyawan, mereka akan sangat terpengaruh dengan adanya pembatasan. Sumber kehidupan mereka dari gaji untuk ditukarkan menjadi kebutuhan makan.

Orang desa meski tidak semua bisa dikatakan ada, tapi mereka bisa mencari daun ketela atau daun kates di pekarangan untuk memenuhi kebutuhan makan sayur. Ibarat makan seadanya, mereka bisa memenuhi kebutuhan makan.

Tapi bagi orang kota, tanpa adanya gaji mereka berharap pada apa, untung jika mereka punya tabungan. Maka hal lazim ketika diterbitkannya aturan pembatasan wilayah, notabene yang mereka serang adalah tempat-tempat penyedia makanan.

Mereka banyak membeli kebutuhan makan sebagai simpanan jika saja nanti, tidak ada lagi orang yang bisa menyediakan makanan.

Namun separah apapun perubahan sosial kita saat pandemi, semoga ini cepat berakhir. Artikel ini hanya ingin menyampaikan bahwa, hidup di manapun itu sama saja, bukan ketika hidup di desa, kita dengan mudah dicap sebagai orang kolot lagi kampungan.

Sekarang kita bisa merasakannya sendiri. 

Selasa, 28 April 2020

Cara Menggunakan Masker yang Benar Sesuai Standar Kesehatan


Virus Korona - Ada berbagai upaya, dilakukan pemerintah guna membatasi penyebaran virus korona. Mulai dari imbauan pembatasan fisik (physical distancing) sampai imbauan untuk menggunakan masker.

Hal ini dilakukan demi menurunkan tingkat penyebaran virus berbahaya ini, karena penularan v.irusnya, sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para ahli, menyebar dari manusia ke manusia.

Masyarakat diwajibkan memakai masker kain guna menjaga saluran pernapasan tetap aman dari virus dan juga bakteri yang dapat memicu penurunan kualitas imun.

Sebelumnya, imbauan penggunaan masker hanya untuk kalangan tenaga kesehatan, orang yang merawat orang sakit, dan orang-orang yang memiliki gejala-gejala pernapasan, seperti demam dan batuk.

Setelah itu muncul imbauan dari pemerintah kepada masyarakat untuk memakai masker, terutama masker kain.

Tapi tahukah anda, bagaimana cara mengenakan, menggunakan, melepas dan membuang masker yang benar, sesuai dengan standar kesehatan.

Bagi yang selama ini belum tahu, dadi begini caranya:

  • Sebelum menyentuh masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir (minimal 20 detik) atau cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%).
  • Ambil masker dan periksa apakah ada sobekan atau lubang.
  • Pastikan arah masker sudah benar (pita logam terletak di sisi atas). Jika memakai masker kain, silakan tandai mana bagian depan dan mana bagian dalam. Karena terkadang masker kain tidak memiliki ciri khusus depan belakang.
  • Pastikan sisi depan masker (sisi yang berwarna) menghadap depan Letakkan masker di wajah Anda.
  • Tekan pita logam atau sisi masker yang kaku sampai menempel sempurna ke hidung Tarik sisi bawah masker sampai menutupi mulut, hidung dan dagu, pastikan tidak ada sela antara wajah dan masker.
  • Setelah digunakan, lepas masker, lepas tali elastis dari daun telinga sambil tetap menjauhkan masker dari wajah dan pakaian, untuk menghindari permukaan masker yang mungkin terkontaminasi.
  • Segera buang masker di tempat sampah tertutup setelah digunakan. Jika memakai masker kain, setelah pemakaian 4 jam, cuci dengan sabun sampai bersih dan keringkan untuk dipakai kembali.
  • Bersihkan tangan setelah menyentuh atau membuang masker/cuci tangan pakai sabun dan air mengalir (minimal 20 detik) atau bila tidak tersedia, cairan pembersih berbahan alkohol (minimal 60%).
Ada perlakukan khusus yang harus diperhatikan ketika memakai masker. Karena fungsi masker adalah untuk melindungi saluran pernafasan, maka jangan taruh masker sembarangan.

Demikian artikel singkat saya, jika ada yang kurang silakan ditambahkan di kolom komentar.

Sumber: 
covid19.go.id
WHO

Sabtu, 25 April 2020

Akibat Covid-19 Pendapatan Blogger Menurun


Tanggal 23 April 2020 hari Kamis, saya mendapatkan email dari Google Adsense yang isinya tentang pemberitahuan menurunnya pendapatan saya dari iklan hingga 55%.

Dalam email tersebut juga dilampirkan penyebab terjadinya penurunan pendapatan, yakni karena Covid-19.

Lebih lanjut, untuk menghadapi masa-masa sulit ini, Google Adsense memberikan beberapa kiat pada saya guna menghadapi tantangan ini.

Beberapa hal yang disarankan adalah dengan memanfaatkan Google Trends, Google Analytics dan saran untuk menggunakan situs sudah mobile-firendly.

Sebenarnya saya tidak terlalu kaget dengan pemberitahuan ini, karena pada dasarnya saya telah menginstal aplikasi Google Adsense versi android sehingga bisa melakukan pengecekan secara realtime.

Memang pendapatan saya menurun drastis.

Bukan cuma pendapatan saja, jika saya cek di aplikasi Google Analytics, total pengunjung di mastrigus.com juga mengalami penurunan.

Saya juga tidak kaget dengan hasil perhitungan ini, karena saya sudah menyadari bahwa virus Covid-19 membuat segalanya menjadi tidak normal, seperti biasanya.

Bukan hanya untuk para Blogger, dalam dunia nyatapun, ada banyak penurunan yang dialami banyak orang.

Imbauan dari pemerintah untuk menerapkan Social Distance, Physical Distance dan juga jaga jarak menyebabkan sendi-sendi kehidupan masyarakat menjadi berubah.

Bukan tanpa alasan, imbauan tersebut memang digiatkan untuk mengurangi proses penyebaran virus secara masif.

Mengingat, virus dapat menyebar dengan mudah dan dapat menular dari manusia ke manusia lain dengan cepat.

Maka, dengan adanya wabah ini. sektor-sektor usaha berhenti, mobilisasi masa berkurang, orang tidak lagi berpikir bagaimana mendapatkan uang, pabrik-pabrik berhenti beroperasi, dan yang dipikirkan adalah bagaimana mencari keselamatan diri.

Meski hal ini tidak bisa pukul rata, namun saya yakin 80% populasi manusia di dunia, akan lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas.

Kenapa Pendapatan Blogger Menurun?

Sebenarnya cukup mudah untuk dipahami, jika mengacu pada kejadian dan kebijakan yang telah diterapkan.

Alasan Kenapa Pendapatan Blogger Menurun Karena Wabah Covid-19

Rata-rata blogger mendapatkan penghasilan dari iklan yang tampil di blognya.

Iklan-iklan ini berasal dari orang-orang yang hendak mengenalkan produk atau jasa melalui media blog dengan membayarkan uang dalam jumlah tertentu.

Sementara karena semua kebijakan pemerintah mengarah pada pembatasan aktivitas untuk menghindari kerumunan manusia, maka sektor real usaha juga ikut terpengaruh.

Iklan-iklan dihentikan, anggaran untuk iklan dialihkan ke sektor yang lain. Jika sebelumnya anggaran iklan digunakan untuk mengembangkan usaha, saat ini banyak perusahaan mengalihkan anggarannya untuk mempertahankan perusahaannya.

Sementara itu, iklan dipandang tidak terlalu penting karena banyak orang melakukan penghematan keuangan sehingga tidak banyak orang yang akan berbelanja seperti biasanya.

Kata kuncinya adalah penghematan.

Tidak ada yang bisa memastikan kapan wabah Covid-19 ini berakhir. Namun dengan tidak adanya aktivitas pekerjaan, maka lebih baik menghemat tabungan yang ada untuk bertahan hidup.

Alasan Kenapa Pengunjung Blog Menurun Karena Wabah Covid-19

Entah ini fenomena yang saya alami sendiri atau juga dialami oleh blogger lain.

Tapi cukup masuk akal jika ini dikaitkan dengan konten-konten yang ada dalam blog, terutama di blog saya.

Kata kunci Covid-19 atau Virus Corona di mana-mana menjadi trend. Maka orang-orang tidak lagi mencari artikel yang jauh-jauh dari kata kunci Virus Corona.

Banyak orang ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada dunia, maka mereka mencari informasi yang paling update terkait isu ini.

Di sisi lain, blog yang memiliki tema kesehatan juga banyak diminati orang, untuk menutupi kekhawatiran mereka terhadap virus ini.

Sayangnya, semenjak virus ini muncul, saya tidak membuat satu artikel pun tentang virus ini. Akibatnya blog menjadi sepi pengunjung.

Di sisi lain, saya juga tidak ingin mengambil keuntungan dengan menyampaikan artikel yang jelas-jelas bukan keahlian saya. Virus Corona di luar pengetahuan saya.

Yang lebih penting, untuk mempertahankan pengunjung di blog sehingga penghasilan tidak turun adalah dengan cara rajin membuat artikel.

Ini alasan ketiga yang hendak saya sampaikan.

Mungkin saja, karena lama tidak mengisi blog ini dengan konten baru, dapat mempengaruhi indeks robot Google, sehingga wajar jika saja pendapatan saya menurun separuh.

Semoga wabah ini cepat hilang. Amin